20 Jan 2012

Mengubah Bebek Menjadi Elang

  •  Sumber Daya Manusia (SDM) “Bebek”. 
Sumber Daya Manusia (SDM) Bebek, yaitu  mulai dari anggota Dewan Direksi, anggota Direksi, Staf dan Pegawai. Sering terjadi pemberian persetujuan di tingkat atas mengabaikan objektivitas. Hal yang tidak baik dan tidak profesional ini membebek (diikuti) oleh level-level manajemen dibawahnya. Praktek semacam ini mendatangkan in-efisiensi bagi perusahaan. Seperti yang kita lihat bebek masih suka bermain atau berenang di air kotor. Perusahaan  juga masih  kelihatan kotor, belum clean corporate dan belum transparan.


Objektivitas dalam promosi pegawai belum terlihat, dan yang menjadi tanda tanya staf yang suka memfitnah dan ambil muka serta berperilaku aneh, itu pulalah yang dipromosikan. Melihat kenyataan ini maka pegawai/staf lainnya membebek (ikut-ikutan) melakukan hal yang sama agar mendapat promosi. Maka wajah-wajah kotor dan kelam akan mewarnai sosok Perusahaan.

Di sisi lain kita lihat SDM "bebek" ini dalam bekerja bersifat wait and see (lihat dan tunggu), kalau menguntungkan dikerjakan kalau tidak menguntungkan tidak dikerjakan dan tidak ada inisiatif serta senang mengintip-ngintip kelemahan dan kesalahan atasannya. Keluhan konsumen tidak cepat ditanggapi.

Dalam bekerja selalu mementingkan kepentingan pribadi. Terlihat bentuk eksklusivisme dan adanya ego bagian tertentu,  yang diistilahkan pegawai sebagai bagian-bagian basah. Sepertinya ada kerajaan-kerajaan kecil dalam perusahaan. Situasi kerja yang feodal dan birokratis masih dirasakan keberadaannya.

Kenaikan Jenjang kepegawaian (promosi) berdasar pada sistem birokrasi dan senioritas atau urut kacang, sehingga untuk mencapai jabatan kepala cabang harus menunggu sampai belasan tahun masa kerja.
  •   Sumberdaya Manusia (SDM) “Elang”.
SDM "Bebek"yang diuraikan diatas perlu diubah yang dimulai dari manajemen puncak, Dewan Pengawas maupun Direksi. Sikap manajemen puncak harus terbuka dan rendah hati yang merupakan kunci sukses transformasi yang membuat suasana kerja menjadi demokratis dan transparan serta berorientasi kepada hasil yaitu kepuasan konsumen/pelanggan.

Dalam segala hal kepentingan perusahaan harus diutamakan. Kepentingan lain termasuk kepentingan pribadi harus dibelakangkan. Pemimpin perusahaan harus melakukan transformasi budaya perusahaan dengan konsep "elang yang gagah perkasa dan berwibawa" dapat mendukung kemajuan perusahaan.

Kalau boleh dikatakan, para SDM perusahaan itu sebenarnya dilahirkan sebagai anak elang, tetapi karena pembinaan dan lingkungan yang salah selama bertahun-tahun, mereka menjadi anak ayam atau bahkan anak bebek. Mengubah budaya perusahaan bukanlah hal yang mudah, tetapi harus diupayakan. Kesederhanaan dan kerendahan hati manajemen yang selalu memakai kata "kita" (bukan "kami") akan mendatangkan dukungan dari sebagian besar SDM sebuah perusahaan.

Cara pikir SDM mempunyai sikap baru tentang integritas, dimana yang diperlukan adalah orang-orang yang jujur. Perubahan-perubahan SDM "elang" ini harus datang dari dalam diri sendiri, bersikap berubah untuk yang terbaik. Dan mungkinkah mengubah bebek menjadi elang ?
sumber : dari berbagai sumber.

0 comments:

Posting Komentar